Berani dan Tokoh Inspirasi
Keberanian secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut dapat mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan meraih impian-impian. Jadi, seseorang itu harus tahu apa yang menjadi target dalam hidupnya. Kemudian fokus dan penuh semangat untuk mencapai target.
Tokoh inspirasi saya adalah Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat atau biasa di R.A Kartini
Alasan saya menginspirasikan seorang R.A Kartini
adalah karena perjuangannya yang sangat berpengaruh besar kepada kaum wanita, setiap tanggal 21 April kita memperingati Hari Kartini. Peringatan Hari Kartini merupakan suatu bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa Ibu Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita, agar memiliki hak yang setara dengan laki-laki.
R.A Kartini Menggerakkan emansipasi wanita melalui tulisannya Hidup di masa status sosial perempuan masih dianggap rendah dan dengan hak kebebasan yang sangat terbatas, pemikirannya untuk memperjuangkan emansipasi perempuan membuat RA Kartini terkenal di Indonesia. Beliau adalah sosok wanita pertama yang memprakarsai perkumpulan dan memajukan pendidikan perempuan.
Raden Adjeng Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) atau lebih sering disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini merupakan seorang pejuang kemerdekaan dan kedudukan kaumnya pada saat itu, terutama wanita Jawa, di Indonesia karena saat dulu saat jaman penjajahan hanya laki-laki yang boleh bersekolah dan kaum bangsawan Wanita, perempuan yang bukan bangsawan tidak boleh menempuh pendidikan yang tinggi karena ada nya R.A Kartini para wanita juga boleh bersekolah, sebelumnya wanita hanya boleh didalam rumah saja seperti memasak mencuci mengepel menyapu.
Karena ada sosok R.A Kartini menjadikan Wanita dapat bersekolah menuntut ilmu supaya bisa bekerja tidak hanya dirumah saja seperti menjadi guru. Banyak perubahan yang terjadi terutama di tanah Jawa karena perjuangan R.A Kartini menjadikan Wanita tidak hanya diam di rumah. Setelah wafatnya RA Kartini pada tanggal 17 September 1904, seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr.JH Abendanon mulai membukukan surat menyurat Kartini dengan teman-temannya di Eropa berjudul “ Door Duisternis Tot Licht ” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Di dalamnya menceritakan kehidupan perjuangan Ibu Kartini dalam menegakkan hak-hak wanita.
Saya ingin menjadi seperti R.A Kartini yang memperjuangkan kesetaraan gender antara laki-laki dan Perempuan. Dan kita harus tetap memperingati R.A Kartini setiap tanggal 21 April sebagai penghormatan akan perjuagannya.